ikidolanan - Supaya Nggak Keracunan Mainan

Madu di tangan kananmu, racun di tangan kirimu. Aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku.

Adalah sepenggal lirik lagu “Madu dan Racun” yang dipopulerkan oleh Arie Wibowo, punya banyak pesan subliminal yang kental akan hal positif dan negatif. Madu yang mewakili hal positif selalu diletakan di sisi kanan, sedangkan racun yang punya sifat mematikan dan negatif diletakan di sebelah kiri.Nggak heran selama ini kita dianjurkan cebok pake tangan kiri karena urusan bokong dan per-beol-an memang selalu diasosiasikan dengan hal kurang baik meskipun itu bersifat alamiah.

Entah gimana awal mulanya dulu, istilah “keracunan” bisa masuk ke dalam istilah umum di dunia per-hobby-an dan juga pastinya di dunia mengoleksi mainan. “Keracunan” di sini punya arti terkena racun bukan atas kemauan diri sendiri, tidak sengaja, tidak sadar, awalnya tidak mau dan tanpa sadar terkena racun mengoleksi mainan.
Dengan begitu, istilah “keracunan” di dunia mainan mempunyai konotasi negatif? Benarkah? Tergantung Anda menyikapinya. Tapi demi mencegah orang yang belum siap mental baik jasmani maupun rohani terkena racun mainan, dan pada akhirnya menyesal, berikanlah saya waktu untuk berbagi tips gimana caranya biar nggak keracunan mainan.


1. Jangan temenan sama orang yang keracunan
Kolektor mainan itu adalah zombie mutlak. Mereka punya sifat menularkan penyakit ke individu yang belum terjangkit. Sekali gigit, jadi parasit dan butuh obat penawar untuk sembuh. Irasionalitas adalah cerminan mereka karena cara pikir secara logis hilang entah ke mana. Mereka lebih rela pakai kolor bolong-bolong daripada nggak ikut pre order mainan terbaru. Sudahlah jauhi saja mereka-mereka itu para toy junkie, daripada nanti keracunan juga.



2. Jangan coba-coba

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jangan pernah coba-coba untuk serius koleksi mainan. Awalnya sih emang sakit biasa aja,tapi lama-lama enak dan nagih. Menurut Professor Cornelis Sudibyo Hordijk, mainan memiliki senyawa adiktif 38% lebih tinggi dibanding Indomie Goreng Jumbo yang dimakan tengah malem. Artinya kalau kamu udah terjangkit dan mencoba berhenti beli mainan, kamu akan merasakan kegelisahan mendalam, resah dan gelisah, pada semut merah, yang berjalan di dinding menatapku curiga.



3. Jauhi film, komik, manga, video games, dan sejenisnya
Kalau kamu tipe orang yang nggak terlalu suka nonton film baik live action ataupun kartun ataupun anime, nggak baca komik dan manga, dan nggak main video games, potensimu untuk keracunan mainan berarti lebih kecil dan segeralah sujud syukur sampe kening menghitam. Karena mayoritas mainan yang ada di pasaran adalah hasil adaptasi dari hal-hal yang saya sebutkan tadi. Meskipun ada juga mainan bertema musisi, politisi, dan lainnya, tapi kuantitasnya nggak banyak.



4. Jadilah sobat kismin
Mau setuju atau tidak, penentu utama dari hobi ini adalah soal materi. Karena nggak mungkin kamu bisa beli mainan kalau nggak punya duit, kecuali memang dapat dari giveaway seorang instaceleb. Ketika kamu menjadi sobat kismin, kamu akan susah untuk memenuhi penawar dari keracunan ini. Kismin itu tidak selamanya negatif, dengan bokek kamu bakal bisa lebih ngehargain apa yang kamu punya sekarang. Misalnya lebih menghargai jerawat yang tumbuh di idung.



5. Jangan follow ikidolanan
Menurut para pengurusnya, Twitter ikidolanan adalah sumber nomor wahid untuk urusan racun meracuni……minimal di Indonesia….nggak, minimal di sekitar komplek deh…,,nggak deng…minimal di sekitar pergaulan para pengurusnya saja. Entah darimana rasa percaya diri kelewat tinggi ini muncul, tapi emang orang-orang di ikidolanan ini kelewat pede. Tapi kalian bisa cek hashtag #RacunDolanan dan #PamerDolanan di Twitter. Itu adalah bukti kalo ikidolanan berhasil menyebarkan virus keracunan mainan ke para netizen selalu benar. Sungguh kontradiktif dengan artikel ini.




Intinya adalah, boleh aja keracunan mainan asal siap sama konseskuensinya. Karena, sejujurnya, sebenar-benarnya, jika udah terjerumus ke dalam dunia nista ini (dunia mengoleksi mainan) akan susah untuk keluar. Seperti kata Don Henley dan Glenn Frey di lagu Hotel California: “You can check-out any time you like, But you can never leave”